masak salah sihh,,, benerin aja deh ya kalo salah,, hahaha *ngeles*.
Males juga, ga ada kerjaan dan sekarang pukul 10.45 WIB. Batrai laptop
lowbat, ga punya pacar, jadi hape suwung deh. Lagi ngisi blog, Hape
bunyi. *berharap dari pujaan* dan ternytaaaa,,,
ddddrrruuungggtekkdddrrruunggg derrrr!!!! BUKAN!! yahh,, oke deh sambung
lagi nulis bloh. Hahahhaa,,, ( jangan bayangkan sengenes apa aku.
Karena sudah ngenes mode MAX!!)
Ncus aja kalo begitu,, enaknya ngpain ini? ( Nuliss bloggg)!!. Iya tau jonn,,,! tapi isinya apa? -__-
Ini
aja,, bagaimana tentang kotaku? Iya,, kota Boyolali tercintaku,,.
Pernah dengarkah? Atau baru pertama kali ini dneger ni nama? aduhhh,,
berapa kali kalian keluar masuk kota kecil di antar solo, semarang ini?
hehhehe....
Ada yang tau apa itu Boyolali? Artinya, atau lokasinya??
iya
lokasinya di Jawa tengah, artinya bukan "Buaya yang Lupa" lo ya,
heheh,, itu nama dari cerita rakyat. Mau tau ceritanya kayak apa? jadi
ginii,,, *jiyahhh ndongeng* #perhatian bagi pembaca di larang tidurr!!
hahahha,, enak aja emang aku ndongeng :P#
Jadi gini, Asal mula nama BOYOLALI menurut cerita serat Babad Pengging Serat
Mataram, nama Boyolali tak disebutkan. Demikian juga pada masa Kerajaan
Demak Bintoro maupun Kerajaan Pengging, nama Boyolali belum dikenal.
Menurut legenda nama BOYOLALI berhubungan dengan cerita Ki Ageng
Pandan Arang (Bupati Semarang pada abad XVI.
Alkisah, Ki Ageng Pandan
Arang yang lebih dikenal dengan Tumenggung Notoprojo diramalkan oleh
Sunan Kalijogo sebagai Wali penutup menggantikan Syeh Siti Jenar. Oleh
Sunan Kalijogo, Ki Ageng Pandan Arang diutus untuk menuju ke Gunung
Jabalakat di Tembayat (Klaten) untuk syiar agama Islam. Dalam
perjalananannya dari Semarang menuju Tembayat Ki Ageng banyak menemui
rintangan dan batu sandungan sebagai ujian. Ki Ageng berjalan cukup jauh
meninggalkan anak dan istri ketika berada di sebuah hutan belantara
beliau dirampok oleh tiga orang yang mengira beliau membawa harta benda
ternyata dugaan itu keliru maka tempat inilah sekarang dikenal dengan
nama SALATIGA. Perjalanan diteruskan hingga sampailah disuatu tempat
yang banyak pohon bambu kuning atau bambu Ampel dan tempat inilah
sekarang dikenal dengan nama AMPEL yang merupakan salah satu kecamatan
di Boyolali.
Dalam menempuh perjalanan yang jauh ini, Ki Ageng Pandan
Arang semakin meninggalkan anak dan istri. Sambil menunggu mereka, Ki
Ageng Beristirahat di sebuah Batu Besar yang berada di tengah sungai.
Dalam istirahatnya Ki Ageng Berucap “ BAYAWIS LALI WONG IKI” yang
dalam bahasa indonesia artinya “Sudah lupakah orang ini”.Dari kata Baya
Wis Lali/ maka jadilah nama BOYOLALI. Batu besar yang berada di Kali
Pepe yang membelah kota Boyolali mungkinkah ini tempat beristirahat Ki
Ageng Pandan Arang. Mungkin tak ada yang bisa menjawab dan sampai
sekarang pun belum pernah ada meneliti tentang keberadaan batu
ini.
Demikian juga sebuah batu yang cukup besar yang berada di depan
Pasar Sunggingan Boyolali, konon menurut masyarakat setempat batu ini
dulu adalah tempat untuk beristirahat Nyi Ageng Pandan Arang. Dalam
istirahatnya Nyi Ageng mengetuk-ngetukan tongkatnya di batu ini dan batu
ini menjadi berlekuk-lekuk mirip sebuah dakon (mainan anak-anak tempo
dulu). Karena batu ini mirip dakon, masyarakat disekitar Pasar
Sunggingan menyebutnya Mbah Dakon dan hingga sekarang batu ini
dikeramatkan oleh penduduk dan merekapun tak ada yang berani
mengusiknya. sumber http://www.boyolalikab.go.id/sejarah
Kira-kira begitulah salah satu cerita yang beredar. Ada juga cerita
yang bersumber lain. Tapi, makna ceritanya juga sama seperti yang ada di
sini
Nah,, Jadi nambah kan pengetahuannya. Jadi besok lagi kalo mudik dan lewat Jawa Tengah jangan Lupa nih mampir ke Boyolali. Yang bnyak patung sapinya,, hehehehe
nih gambar patung sapinya
![]() |
| Kalo ini di daerah musuk. |
![]() |
| Ini yang dari semarang,, pasti liat dong kalo lewat pasar sunggingan |
![]() | |||
| Nih,, sapi kalo kalin dari arah barat mau ke timur. Pasti liat kok |
![]() | |
| nihh,, tugu jam di boyolali,, hehhe |
Kayaknya udah dulu kalik ya tentang kota kelahiranku ini.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar